Monday, March 8, 2010

Saat harusnya belajar fisika....

Malah blogwalking dan menemukan ini: http://adityap.wordpress.com --> artikel ngambil dari sini. dan menurut saya yang menulis artikel tersebut memang sangat-sangat mewakili perasaan wanita mungkin, bahkan remaja labil seperti saya, isinya cukup kocak, dikait2kan dengan tokoh2 mulai dari ilmuwan, artis dan lain2, dan inginnya semua lelaki membaca ini, and i hope you too, you have to know i would like to say this to you too.

"Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah tokoh romantis yang dapat melukis seperti Jack Dawson dalam Titanic, maka itu kami tidak pernah minta kalian melukis wajah kami dengan indah, paling tidak saat kami minta kalian menggambar wajah kami , gambarlah, meskipun hasil akhirnya akan seperti Jayko adik perempuan Giant dalam film Doraemon, tapi kami tahu, kalian berusaha.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan peramal seperti Dedi Corbuzier yang dapat menebak isi pikiran kami atau apa yang kami inginkan saat kami hanya terdiam dan memasang wajah bosan, tapi saat itu kami hanya ingin tau, sesabar apakah kalian menghadapi kami jika kami sedang sangat menyebalkan seperti itu, kami tidak minta kalian mampu menebak keinginan kami, setidaknya bersabarlah pada kami dengan terus bertanya “jadi sekarang maunya gimana?”

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah penyair sekaliber Kahlil Gibran atau yang mampu menceritakan kisah romantis seperti Shakespeare, maka itu kami pun tidak meminta kalian mengirimi kami puisi cinta berisi kalimat angan-angan nan indah setiap hari atau setiap minggu, tapi setidaknya mengertilah bahwa setelah menonton film korea yang amat romantis itu, kami sangat berandai-andai kekasih kami dapat melakukan yang sama, meskipun isi puisi tersebut tidak sebagus kahlil Gibran, kami akan sangat senang –sungguh– jika kalian mengirimkannya dengan tulus dan niat. (bahkan meskipun ujungnya terdapat “hehe, aneh ya?”, kami akan benar-benar melayang, tuan)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah setampan Leonardo Dicaprio, tapi tolong mengertilah itu sama sekali bukan masalah bagi kami, saat kami memuja-muja pemuda seperti itu, itulah pujian dan pujaan, tapi hati kami sungguhnya telah terikat oleh kalian, tuan. Mungkin saat itu kami hanya ingin tau apa pendapat kalian jika kami jatuh cinta pada orang lain, semacam mengukur tingkat kecemburuan kalian.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah semenakjubkan John Nash atau sebrillian Isaac Newton, namun kami sebenarnya sangat menghargai bantuan kecil dari kalian meskipun hanya membantu mencarikan artikel dari internet, kami ingin menunjukkan pada kalian bahwa kalian lebih kami percayakan daripada Newton atau Galileo.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah segagah Achilles pada film Troy, maka itu kami tidak pernah minta kalian mengikuti program peng six-pack an tubuh atau kontes L-men. Namun dengan kalian berhenti dan tidak pernah merokok, kami sangat akan memilih kalian dari Achilles manapun. Menyuruh kalian berhenti merokok adalah untuk meyakinkan diri kami bahwa kalian lebih gagah dari Achilles (karena tentu kalian akan kalah beradu pedang dengan Achilles bukan?).

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan Pangeran denga kuda putih yang akan melawan naga demi kami, karena kami pun bukan putri tidurnya, dan maka dari itu kami tidak pernah minta kalian melawan preman pasar yang pernah menggoda kami waktu lalu, tapi setidaknya, mengertilah tanpa kami harus minta, saat hujan lebat datang dan dirumah sedang mati lampu dan ayah ibu belum datang, kami hanya dapat mengandalkan kalian, maka itu temani kami walau hanya dengan sms dan telepon, karena menurut kami, berbincang dengan kalian adalah melegakan, maka itu jangan tradeoff (tukar) keadaan seperti itu dengan Game PES 2010 terbaru kalian itu (sangat mengesalkan! )

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah bayi yang harus diingatkan hal ini dan itu setiap waktunya, tapi mengertilah bahwa kami sangat merisaukan anda, kenapa kami mengingatkan kalian makan atau sembahyang, itu karena tepat saat itu, kami baru saja hendak makan atau sembahyang, maka itu saat kalian bertanya kembali atau mengingatkan kembali, kami akan jawab “iya, bentar lagi nih”

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Romi Rafael yang pandai menyulap saputangan menjadi bunga, maka itu kami tidak pernah meminta hal hal semacam itu, namun mengertilah bahwa melihat bunga rose di pinggiran jalan itu menggoda hati kami, bahkan meski kami tidak suka bunga, pemberian kalian akan menjadi hal yang kami sukai, karena kami sebenarnya hanya sangat ingin menyimpan kalian saat itu, setelah malam kalian antar kami pulang, namun kami tahu kita harus berpisah saat itu.

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Mr. Bean yang dapat membuat kami tertawa terbahak saat sedang bosan, maka itu jangan coba-coba menjadi juru selamat untuk mencoba membuat kami tertawa saat itu, karena kami tau kalian tidak mampu sekocak Mr. Bean dan malah hanya akan memperkeruh suasana, yang kami inginkan saat itu hanyalah memastikan kalian ada disamping kami saat masa-masa sulit meski hanya dengan senyuman menenangkan.

Kami, para wanita juga tau kalian bukanlah pemuda seperti Edward Cullen yang akan segera datang dengan Volvo saat kami diganggu oleh preman jalanan, namun setidaknya, pastikan kami aman bersama kalian saat itu dengan tidak membawa kami pulang terlalu larut dan mengantarkan kami sampai depan pintu rumah dan bertemu ayah ibu, (jangan hanya sampai depan gang, hey, tuan!)

Kami, para wanita tau kalian tidak akan bisa seperti ibu kami yang dapat menghentikan tangisan kami, namun tolong mengerti, saat kami menangis dihadapanmu, kami bukan sedang ingin dihentikan tangisannya, justru kami sangat ingin kalian dihadapan kami menampung berapa banyak air mata yang kami punya, atau sekedar melihat apa reaksi kalian melihat kami yang –menurut kami- akan terlihat jelek saat menangis

Kami, para wanita tau juga sebenarnya, bahwa kalian tidak akan punya jawaban yang benar atas pertanyaan, “aku gendut ya?”, kami sungguh tau, tapi saat itu kami hanya ingin tau, apa pendapat kalian tentang kami yang pagi tadi baru bercermin dan sedang merasa tidak secantik Kristen Stewart.

Kami tau, kalian adalah makhluk bodoh yang tidak peka dan terlalu lugu untuk percaya pada setiap hal yang kami katakan, tapi mengertilah bahwa saat kalian bertanya “baik-baik aja?” dan kami jawab “iya, aku baik-baik aja” itu adalah bahasa kami untuk menyatakan keadaan kami yang sedang tidak baik namun kami masih menganggap kalian adalah malaikat penyelamat yang mampu mengatasi ketidak-baik- baikan kami saat itu tanpa kami beritau, (tentu mestinya kalian sadari jika kami memang benar sedang baik-baik saja kami akan menambahkan perkataan seperti “iya aku baik-baik aja, malah tadi aku di kampus ketemu dengan dosen yang itu lhoÂ….*bla.bla. bla”)

Iya, kami sepertinya tau apa yang kalian pikirkan tentang kami yang begitu merepotkan. Tapi begitulah kami, akan selalu merepotkan kalian, tuan. Hal ini bukan sesuatu yang kami banggakan, namun inilah bahasa kami untuk mempercayakan hati kami pada kalian, jika kalian bukanlah pemuda yang kami percayakan dan kami butuhkan, tentu saja yang kami repotkan dan persulitkan bukan kalian. Kami makhluk yang amat perasa dan gampang merasa “tidak enak”. Kami enggan merepotkan “orang lain”.

Jika kami merepotkan dan menyusahkan, berarti kami menganggap anda bukanlah orang lain, tuan.

Kami tidak senang bermain-main, tuan pemuda. Maka tolong jaga hati yang kami percayakan ini. Kami mungkin mudah berbesar hati atau “geer”, tapi sekali kami menaruh hati kami pada satu pemuda, butuh waktu yang lebih lama dari menemukan lampu bohlam untuk menghilangkannya (bukan melupakan).

Kami akan sulit menerima hati baru setelah itu, karena kami harus membiasakan diri lagi. Padahal kami sudah terbiasa dengan anda, terbiasa melakukan semuanya dengan anda. Maka tolong, mengertilah tuan. Karena kami, wanita sungguh sangat tau sebenarnya kalian, pemuda, dapat mengatasi semua tingkah kami yang merepotkan ini."

Dari blog Putri: http://reiiputt.blogspot.com/

Saturday, February 27, 2010

Had a GREAT DAY!

Yaaaaa, setelah sekian lama akhirnya gue muncul lagi disini. Buat yang kangen, muubh iiubhz (serasa ada). Ah ya, post kali ini tidak akan mengandung hal2 menyedihkan kok, tenang saja, tidak akan bermelankolis-melankolis ria.

Jadi, kemaren gue jalan sama tim mobil ceria ke gading untuk menyushi bersama (menyushi = makan sushi, get it?).

"Tim mobil ceria itu apaaaaa coba"

Yak, gue jelaskan sedikit tentang tim mobil ceria dulu. Jadi pada tanggal 13 Februari kemaren gue bersama Kaleng (Fariz) dan Danu jadi tim survei lokasi pelantikan sebagai perwakilan dari Mesis. Cuma bertiga, tapi naik mobil kijang. Walhasil biar ga sepi gue menculik Fanny Talita dan Abi dari rombongan Te-Eks. Dan ternyata mobil gue yang tadinya ga rame2 banget (tapi ga sepi juga) jadi HEBOH (gak lebay kok beneran). Dari insiden bolakbalik ke pom bensin buat pipis (gue dituduh sebagai tersangka satu2nya, padahal talita ama danu juga ikut tiap gue turun), payung cantik (payung yang dipakenya kayak topi gitu, gada gagangnya, warnanya merah matching ama jaketnya kaleng ajdi dia kesenengan), nyanyi lagunya Anang (yang "tapi tak beeginiiii") sampe diliatin Fatimah, skandal TalitAzka, dan Soto Kaki Ibu Yayah (foto ada di bagian bawah). Dan tentu saja, skandal Abi dengan "X" yang menjadi alasan kenapa kami ke Sushi Tei kemarin.

kaki ibunya berapa ya? apa sapinya namanya yayah?

Fanny penasaran banget "X" itu siapa, akhirnya dengan berbagai clue, si "X" ketebak, dengan sebelumnya Fanny berbanji nraktir satu mobil (supir gue tidak termasuk) Sushi Tei kalo dia tau.

Back to the main topic. Jadi kami janjian ngumpul sebelom sholat jumat, nunggu anak cowok jumatan, sholat, lalu berangkat. Tapi berhubung ada foto subsi buat BT, gue dan kaleng dateng jam 7. Dan ternyata jam 9an Rie SMS:

"Hari ini gak jadi foto subsi"

Dengggg, ember jatoh di kepala gue (gadeng lebay). Gue langsung mikir, anjaaaaaaaa bagaimanakah rasa menunggu selama 5 jam ituuu? 2 jam sudah berlalu dengan penuh ketidakjelasan (gue dateng dari jam 7 kan) dan masih 3 jam tersisa. Akhirnya gue dan kaleng dan jajang dan fakhri (gatau mereka berdua ngapain ke sekolah) mengekor anak SP ke ruang musik, dan sharing (tepatnya jajang doang yang sharing) selama 2 jam (gila ga? satu topik doang padahal). Setengah jam kemudian dilalui dengan bermain bola (cici kaleng jajang fakhri, gue nonton).Terus mereka udah basah kuyup (yaiyalah main bola jam segitu gimana ga keringetan), akhirnya berenti. Gue mengekor anak SP ke mesjid, dan tidak terasa udah jam 11.30 . Dan danu (yang janji dateng jam sebelas) belom dateng juga. Fail.

Akhirnya waktu solat jumat tiba (geli ga bahasa gue), terus gue ngekor anak rohis plus anak SP ke Somad, balik lagi ke sekolah dan ternyata jumatan belom selesai, gerbang masih ditutup. Akhirnya ngadem di warung depan sekolah (yang minum 1 yang ngadem banyak), terus cerita2 tentang yel-yel (pentaru, mesis 22, semang mesis 22) dan nama bagus (bukan anak 8 gangerti). Dannn solat jumat selesai, dan gue melihat 3 makhluk (teringat danu) berjudul kaleng abi dan danu. Gue samperin, mereka bilang fanny udah nunggu di belakang sekolah. Yasudah, gue minta mereka tungguin gue solat dulu, terus baru jalan ke mobil fanny. (gue baru sadar, berarti kemaren fanny ga solat dzuhur dong ckck).

Sesampai di mobil fanny, kami semua duduk di kursi (yaiyalah bodoh) dan mendapati mobilnya fanny adalah kijang, lagi. Jodoh banget yak ama kijang? Terus bernagkat, dan talita minta ditunggu di fuji film. Selama menunggu, kami mendapati berbagai kejadian aneh.

  1. Ada mas2 dengan rambut bulu ayam (biasa disebut 4L4Y)
  2. Mas2 kedua yang penuh tindikan yang ngeliat gue dengan tatapan ga nyante
  3. Kakek2 yang kasiaaaan banget
  4. Anak kecil yang dbully (diputer2 gitu kayak baling2 helikopter) tapi ketawa2
  5. Percakapan tolol tentang cara membedakan tukang ojek kalau dia tidak sedang mangkal (ini dodol banget ga boong). Fanny berusaha menemukan tukang ojek yang lagi lewat tapi ujung2nya ga nemu (ya kalo udah lewat 10 juga dia ga nyadar).
Talita nyampe, dan dia diomelin gara2 "sebentar lagi" nya itu sebentar banget yang saking sebentarnya bsia terjadi 5 hal diatas (poin 5 itu lama banget loh). Yasudah, lanjutlah kami ke gading.

Di perjalanan, tetep aja gabisa diem. Danu siul2, kaleng nyanyi2, gue menunjuk semua benda ijo yang gue liat (tujuannya untuk ngatain TalitAzka), terus ngobrol2 bareng2. Singkat cerita, nyampelah kami di gading. Dannnn, kaleng yang tau jalan malah mengarah ke toko apatuh, animemachi, sama danu, buat beli kartu. Menyisakan gue fanny talita dan abi yang tidak tahu arah dan tujuan berkelana mencari sushi tei. Naik gunung turun gunung, serewerewer bom bom, kok suhi tei tidak ditemukan? Akhirnya setelah muter2 dan insiden ibu2 creambath (ceritain ga bi?) dan nanya berkali2 ke satpam, akhirnya ketemu sushi tei nya, YAY! (Y)

Yasudah, pokoknya setelah usaha gue membatalkan niat fanny untuk mengalay selama menunggu, kita dipanggil ama mbak2 sushi tei nya dan masuk, kaleng ama danu masih dimana tau. Kaleng ama danu dateng, dan kami makan, makan , makan, dan makan lagi lebih banyak, sampe abis segini:

Tower Teksound (kata TalitAzka)

Banyak kan ahuahauha, itu belom ditambah dessert dan sashimi yang gue pesen. Untung fanny yang bayar heuheueheuehhe maaf ya fan kami brutal.

Lanjut, abis dari sushi tei, pada ngajakin ke timezone. Di timezone, kami main semua hal yang kalihatan menarik, bukan yang kelihatann menguntungkan. Contoh: japit boneka (padahal ga mungkin menang), terus yang model2 gambilng gitu (akhirnya gue dapet 75 tiket di satu permainan, YEY! dan setelah dengan gobloknya bertanya2 kenapa tiketnya ga keluar, baru sadar kalo pake E-TICKET. Ya Allah mo ditunggu seabad ditendang2 juga ga bakal keluar) dan yang paling dodol. Simulator edan.

Jadi di timezone gading itu ada mainan simulator gitu (satu orang 6rb x 6 = 36000). Dari luar sih keliatannya WOOOOOW, tapi begitu masuk ke dalem komentar yang keluar adalah:

  1. EH SEAT BELT GUE GA ADA
  2. EH GAUSAH PAKE SEAT BELT DODOL ORANG GA NAPA2
  3. AHAUAHAUAHAU LAYARNYA DILAKBAN
  4. LAYARNYA BUTEK, SUARANYA SAMPAH
  5. AHAUHAUAHAU INI APAAN COBA
  6. KITA BAYAR 6RB BUAT GINIAN?!
  7. GAJELAAAAAAAAAAAAAAAS
  8. EEEEEH SEAT BELT GUE GABISA DICOPOT! EH BISA DENG AHAHAHAH
  9. AHAUHAUHAUAHUAHAUHAUAHAU (ketawa terus gajelas maksudnya)

Kenapa gue tulis pake kapital? Karena disitu semua ga pada ngomong lagi, jerit2, entah apa yang dipikirkan mas mas yang diluar sana. Sabar ya mas, kami memang gila.

Laluuuu, pada ngajakin main bowling. Gara2 udah jam 6 kurang gue panik takut diomelin nyokap, gue menolak ide itu. Tapi pada akhirnya yasudahlah lanjut. Pas di tengah jalan tiba2 ada keriting2 nemplok dan berkata "Eh gue punya kartu baru loh". Semua menengok dan "DIDIT!". Yap, sineas muda, mirip riri riza, yang berbakat itu (didit baca jangan terbang). Baru inget kalo IPA E juga jalan bareng, ada yudis juga, fanny nyamperin anak IPA E lainnya (dia IPA E tapi berhubung janjinya ama kita duluan jadi ya perginya ama kita), dadah2an terus lanjut. Pas sampe disana, gajadi, jadinya main bilyard. Break pertama dilkukan oleh fani:

Posenya udah to the max tapi hasilnya faaaaaaaaaail.

Set pertama, main eight ball, yang main kaleng, danu, fanny. Di tengah2 game itu, dau begaya, nge shot nya dari belakang punggung gitu loh ngerti ga? Jadi dia duduk di mejanya, stiknya dipindahin ke belakang gitu deh aduh ngerti kan? Gada fotonya sih jadi susah ngomongnya. Jadi intinya setelah itu pada ikutan kayak gitu semua (kecuali talita karena dia ga main), dan pas set ketiga, gue dan abi yang main (dengan bantuan dari fanny yang selalu mindah2in bola karena kami berdua pemula). abi juga ikutan kayak gitu. Dan respon orang2:

"ABI LO SENSUAAAAAAAAAAAL"

Abis yang lain kan duduk di mejanya biasa gitu langsung naik, lah dia kakinya diayun gitu deh jadi keliatan kemayu kocak banget parah ahuahauhauah. Maaf sekali image mu semakin hancur abi.

Udaaah main 3 set terus pulang deh. Danu nunggu dijemput ortunya yang masih di artha gading, kaleng balik sendiri naik taksi, gue talita ama abi nebeng fanny. Dan gue, yang tadinya harusnya pulang sendiri, dianter ampe rumah karena itu sudah malam, heheeheh makasih fannyyyyyyyyyyyyyyy (ngerepotin banget gue yak ckckck). Di mobil ngerencanain jalan2 lagi, ealah baru juga jalan mau lagi aja. Yasudah intinya ngobrol2, talita dan abi diturunin deket rumah mereka, dan akhirnya gue sampe rumah alhamdulillaaah. Taro foto deh foto, tapi ga banyak ya maaf internet gue lemot.

muka kaleng gada yang bener

Ama foto pas ultah abi deh:

Sudah ya, sebenernya pengen nulis lebih banyak lagi tapi gue males (yang baca juga). Signing out, bye bye.

Saturday, February 6, 2010

1919-6210

well, gotta move on :')

Saturday, January 2, 2010

First post in 2010

Yak, post pertama di awal tahun baru. Err ok, sehari setelah awal tahun baru. Tadinya, mau ngepost ini kemarin, cuma berhubung nyokap gue punya kecanduan akut terhadap sinetron Indonesia, jadilah ini komputer dijajah dari mulai abis maghrib, pas Kejora dan Bintang mulai, sampe sekitar jam 11 an, pas Cinta dan Anugerah abis. FYI, tv gue rusak jadinya nonton tvnya dari komputer.

Ok, mau menceritakan pengalaman gue saat tahun baru kemarin.

Jadi, dari sekitar jam berapatuh, gue ol wlm. Lalu, ditengah chat gue dengan teman gue, Danu, dia bilang kalo nanti mau ada gerhana. Nah gue yang berencana mau tidur (surem abis rencana taun baruan tidur)langusng semangat pengen liat, jadi gak jadi tidur deh. Sekitar jam 11 an, gue nanya lagi ke dia, gerhananya udah mulai apa belom. Biar gampang gue kopiin chat log gue aja ya.

Dwiantari Satyapertiwi: bntar2 coba gue liat

Ryandanu - @kucinghitam13: Bulan lagi di utara selatan timur apa barat sih

Dwiantari Satyapertiwi : gue mau ke balkon gajadi, takut -_-

Ryandanu - @kucinghitam13 : Hahaha

Dwiantari Satyapertiwi : abis gada siapa2

Ryandanu - @kucinghitam13 : Kyknya tmpt yg enak buat ngeliat bulan balkon kamar nyokap tapi ortu udh tidur

Dwiantari Satyapertiwi : gue balkon samping tapi takut sumpe dah

Ryandanu - @kucinghitam13 : Mau ke lantai bawah males buka kunci mau keluar

Dwiantari Satyapertiwi : pengen liat

Dwiantari Satyapertiwi : tapi serem

Dwiantari Satyapertiwi : dilema

Ryandanu - @kucinghitam13 : Hahaha

Ryandanu - @kucinghitam13 : Liat aja bentar

Ryandanu - @kucinghitam13 : Klo udh merinding lngsng balik

Dwiantari Satyapertiwi : gak deh

Ryandanu - @kucinghitam13 : Yah haha

Ryandanu - @kucinghitam13 : duh ngeselin kyknya bulannya pas diatas rmh gue

Ryandanu - @kucinghitam13 : Mau keluar males

Dwiantari Satyapertiwi : mending lo liat ada di timur apa nggak. kalo nggak berarti gue gausah keluar

Ryandanu - @kucinghitam13 : Yg pasti barat nggak aja

Ryandanu - @kucinghitam13 : Kyknya sih timur

Dwiantari Satyapertiwi : ah elu

Ryandanu - @kucinghitam13 : Di utara juga engga

Dwiantari Satyapertiwi : gue serem serius

Dwiantari Satyapertiwi : ini udah mau tengah malem gt

Ryandanu - @kucinghitam13 : Mnurut gue di timur

Ryandanu - @kucinghitam13 : Oiya malem jumat lagi

Dwiantari Satyapertiwi : jangan pake menurut lo, liat di timur ada apa nggak

Dwiantari Satyapertiwi : ahkampret

Dwiantari Satyapertiwi : balkonnya sebelah kamar gue iniii

Dwiantari Satyapertiwi : jangan makin ditakut2in

Ryandanu - @kucinghitam13 : Rmh gue ngadep barat

Ryandanu - @kucinghitam13 : Timur ga kliatan nih

Dwiantari Satyapertiwi : rumah gue ngadep timur

Ryandanu - @kucinghitam13 : Ih coba liat lah

Ryandanu - @kucinghitam13 : Paling paan sih yg muncul

Dwiantari Satyapertiwi : hihi (tadinya mau ngetik banyak tapi jadi kebayang jadi ngeri)

Dwiantari Satyapertiwi : yang ketawanya begitu kalo muncul gimana

Ryandanu - @kucinghitam13 : Gue temenin udh (dari sini ye)

Dwiantari Satyapertiwi : -_________-

Dwiantari Satyapertiwi : terus kalo gue kenapa2 lo taunya darimana

Ryandanu - @kucinghitam13 : Eh ini malem jumat kok gue belom tidur sendirian lagi

Dwiantari Satyapertiwi : lah gue juga

Ryandanu - @kucinghitam13 : Teriak aja di wlm

Ryandanu - @kucinghitam13 : Kyk gini nih

Ryandanu - @kucinghitam13 : WAAAAA

Dwiantari Satyapertiwi: AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH

Ryandanu - @kucinghitam13: Nah gitu bagus

Dwiantari Satyapertiwi: terus berarti gue mesti balik dulu gitu untuk mengabarkan gue kenapa2

Ryandanu - @kucinghitam13 : Ikut vg8 gih (pansih)

Dwiantari Satyapertiwi : pancoba

Ryandanu - @kucinghitam13 : Iya gitu aja

Ryandanu - @kucinghitam13 : Klo mau keyboard lo bawa2

Dwiantari Satyapertiwi : kibot gue masih pake kabel

Dwiantari Satyapertiwi : kasian kan

Ryandanu - @kucinghitam13 : Hahaha

Ryandanu - @kucinghitam13 : Kabelnya lo panjangin

Dwiantari Satyapertiwi : pake?

Ryandanu - @kucinghitam13 : Gatau gue ngasal ngmng

Ryandanu - @kucinghitam13 : Hahahahaha

Dwiantari Satyapertiwi : bntar deh (gue akhirnya memutuskan untuk keluar)

Ryandanu - @kucinghitam13 : Udh klo ada apa2 lo teriak paling hansip dtg

Dwiantari Satyapertiwi : ada dan

Dwiantari Satyapertiwi : di timur

Dwiantari Satyapertiwi : teraaaaaaaaaaaaaang banget parah

Dwiantari Satyapertiwi : bagus deh

Ryandanu - @kucinghitam13 : Ih tuh kan gue ga ngeliat lagi

Ryandanu - @kucinghitam13 : Di belakang rumah gue anaja

Dwiantari Satyapertiwi : keluar gih, worth it kok (padahal deg2an setengah mati)

Ryandanu - @kucinghitam13 : *anja

Ryandanu - @kucinghitam13 : Ah males turun

Dwiantari Satyapertiwi : serius bagus

Ryandanu - @kucinghitam13 : Dibawah gelap n gaada syp2

Dwiantari Satyapertiwi : yeh rumah gue juga gelap

Ryandanu - @kucinghitam13 : Cman kelinci gue -___-

Dwiantari Satyapertiwi : tapi terbayarkan begitu lo liat

Dwiantari Satyapertiwi : serius bagus

Dwiantari Satyapertiwi : keluar lagi ah (deg2an tapi kesenengan jadi semangat)

Ryandanu - @kucinghitam13 : Terus buka pintu juga males

Ryandanu - @kucinghitam13 : Yodah brb

Dwiantari Satyapertiwi : eh tunggu bukan di timur dan, utara

Dwiantari Satyapertiwi : lo ngadep ke arah timur terus nengok kiri

Ryandanu - @kucinghitam13 : Eh iya utara

Ryandanu - @kucinghitam13 : Dari baljkon gue yg di utara keliatan

Ryandanu - @kucinghitam13 : *balkon

Ryandanu - @kucinghitam13 : Yes ga prlu keluar rmh

Dwiantari Satyapertiwi : gutgut

Dwiantari Satyapertiwi : bagus kaaaaaaaan

Nah, pas balik terakhir ini sebenernya gue udah merinding banget parah. Tapi berhubung gue kesenengan (ya, gue seneng banget liat bulan, bintang dkk)ya jadi bolakbalik aja.

Nah lanjut. Melihat gue udah deg2an plus merinding pas keluar liat bulan, harusnya ya jangan keluar lagi kan? Tapi, pas beberapa menit sebelom tahun baru, bunyi kembang api di rumah gue menggila. Bikin penasaran. Udah gitu rumah gue seru lagi, kalo keluar ke balkon, lo bisa liat kembang api dari 8 penjuru mata angin plus diatas kepala (ini gak lebay). Yasudah, akhirnya gue memutuskan untuk keluar lagi. Oh iya, gue jelasin denah balkon gue dulu deh. Jangan, jangan, dijelasin ribet. Gambar aja ya.

Itu denah lantai 2. Yang ijo muda itu taman, modelnya bolong keatas gitu jadi bisa diliat dari lantai 2, di sekelilingnya tembok pembatas. Ijo tua itu pohon mangga. Yang 'teh' itu tempat minum teh. Yang "bengkel" itu bengkel om gue, ada di sebelah rumah gue, bisa keliatan dari rooftop.yang gue bolong2in itu pintu.

Lanjut, menjelang tengah malam gue keluar lagi. Kali ini gue ternyata gak sendiri, pakde gue (rumah gue rumah keluarga besar) masih bangun, dia keluar juga nonton kembang api. Ngeliat ada pakde gue, gue langsung jadi berani, yang tadinya cuma mau ngintip2 dari jendela, jadi ikutan keluar. Setelah keluar, gue amazed sama banyaknya kembang api. Biar lebih cihui, gue loncat tembok, naik ke rooftop dan nonton kembang api sambil muter2, tapi seringan sih menghadap bengkel, soalnya daerah situ kembang apinya nonstop dari utara, barat laut ama timur laut. Pas gue nengok kebawah, gue ngeliat ada asisten rumah tangga gue berdua, ama tante gue(?). Gue sih gak ngeliat muka mereka dengan jelas, tapi melihat figurnya ya gue yakin aja kalau mereka orang2 yang gue sebut diatas. Nah, pas gue di rooftop, pakde gue ada di balkon yang bagian bawah itu. Jadi ya technically gue sendirian disitu, karena pakde gue gak keliatan kehalang pohon mangga. Nah jadi gue nonton kembang api di rooftop itu, sampe kira2 jam 12 lebih dikit, sendirian. Bosen, gue balik, bilang selamat taun baru, off, terus tidur.

Paginya, gue diajak nyokap gue ikut ke acara keluarga bokap gue. Sebelom berangkat, gue, nyokap gue, sepupu2 gue, adek gue, plus salah satu asst. rumah tangga gue ngumpul di ruang makan (sebenernya bukan ngumpul juga sih, kebetulan aja ada di satu ruang yang sama). Terjadi dialog kurang lebih seperti ini:

Asst. RT (ART): Wuoh kemaren kembang apinya buagus loh bu

Nyokap (N) : Hah iya? Wah nggak tahu tuh aku tidur kemaren

ART: Iya, kemaren saya nonton dari bengkel bagus banget. Mbak Wian juga nonton kan?

Wian (W): Iya, aku nonton dari atas sama pakde.

ART: Sama mbak Lydia juga bukannya? Nonton dari atas klinik kan?

W: Hah? Aku diatas klinik sendirian kok.

Lydia (L): Aku kemaren udah tidur kok.

W: Iya, Lydia udah tidur kok, nggak aku bangunin

Sepupu2 gue (SG): Nah looooooooooooooo Wian bertiga kemaren ternyataaaa

W: (sok stei kul padahal deg2an parah) Mbak Sri kemaren nonton ama siapa?

ART: Sama mbak Kah

W: Loh, nggak sama tante Rin?

ART: Nggak, ibu kemaren tidur kok mbak

SG: *ngakak* WUAHHAHAHAH KEMAREN LIAT SIAPA LOOOO

W: Hah? Beneran kok, badannya gede pake daster putih rambutnya panjang..... (makin merinding seiring gue mendiskripsikan)

SG: WUAHAHAHAHAH PARAH LOOOO (minta ditendang orang2 ini) wayolo wian, wayolo wian

W: *dalem hati* anjrit

SG: Kemaren Lydia pake baju apa?

ART: pake baju tidur yang putih itu loh atasan sama bawahan

SG: *ngakak tidak terkontrool*

N: *ketawa*

L: *ketawa juga*

W & ART: *diem, merenungi nasib*

Hikmah yang gue ambil adalah, jangan pernah nekat keluar kalo kata hati lo bilang jangan. Pokoknya jangan. Jangan.

Thursday, December 31, 2009

Happy New Year 2010!

Kecepetan sih, tapi bodo ah. Ntar gue post ulang jam 00.00 kalo masih bangun.

Hmm, orang2 pada bikin review dan resolusi segala macem, pengen ikutan, tapi kok malas ya? (sssh, udah mau taun baru masih males) Abis pake ada yang ngerusak mood segala sih ih bete (curhat).

Bikin gak ya? Gak deh males.

Pokoknya, saya ingin mengucapkan terimakasih banyak bagi mereka2 yang telah mewarnai hari2 saya di tahun 2009 (jijik bahasanya), makasih kepada semua yang udah memberi memori2 yang tidak terlupakan, makasih untuk semua lawakan/garingan yang anda berikan, makasih deh pokoknya yaaa. Saya bersyukur atas hasil yang sudah saya capai dan berharap dapat meningkatkannya di tahun depan. Saya bersyukur atas teman2 baru yang saya dapat, dan teman2 lama yang masih mau berteman dengan saya. Oh iya, makasih untuk teman2 saya di angkatan 2010 yang ikhlas namanya saya sebut tanpa embel2 "kakak"(selamat berjuang buat USM, SIMAK, UN dll yaaa, will miss you all seriously :'( ) Hmm apalagi ya. Gini deh kalo lagi gak mood tapi maksa nulis.

Oh yeah, last but not least, thank you soo much, for giving me a great memory in the beginning of 2009. It's D-19, you know? Btw, new post please. I don't want them to read such thing when they clicked your blog.

Happy New Year Everyone!