Monday, June 7, 2010

XI IPA C, maaf, dan terimakasih.

Just... Several words from me to you guys.

Maaf ya, ini post pertama yang saya dedikasikan untuk kalian.

Maaf ya, karena sifat saya, saya selalu membandingkan kalian dengan kelas saya yang sebelumnya.

Maaf ya, saya orangnya nyolot, gak santai, dan lebay, memang saya seperti itu, maaf membuat kalian, yang berada di sekitar saya selama hampir 2 semester, jadi merasakan dampaknya.

Maaf ya, saya sering nggak di kelas (or maybe you thank God because of it?)

Maaf ya, sampai sekarang pun ternyata kita belum bisa kompak, saya merasa bersalah.

Maaf ya, saya tidak bisa berbaur dengan baik selama ini.

Maaf. Untuk Semuanya.

Terimakasih, karena pada akhirnya saya belajar untuk menatap ke depan, mengenang yang lalu, dan bersyukur untuk itu.

Teriamakasih, karena 1 tahun bersama kalian itu ternyata tidak seburuk bayangan saya sebelumnya.

Terimakasih, untuk teman sebangku saya, Fryda, yang selama dua tahun saya recokin tiap hari, yang kalo pensil atau penghapus saya ilang mau bantuin nyari, yang enak banget didengerin kalo lagi nyanyi.

Teriamakasih, saya menemukan hal2 baru selama bersama kalian, bagaimana sesuatu, tidak pernah terjadi karena kebetulan.

Terimakasih, untuk kawan2 yang selalu membantu baik dalam hal pelajaran maupun yang lainnya.

Terimakasih telah memberi saya tawa.

Terimakasih, untuk kamu, yang membuat saya tidak menyesal berada di kelas ini.

Terimakasih, semuanya :)

Monday, April 26, 2010

Just want to write this

For people who expect fun and enjoyable story, please leave right now. I really need to say what's on my mind right now

Yes, I'm a bad person, probably all those bad things you said about me were true

Guess now you realize that I'm not perfect don't you?

Do I really deserve to be loved by many people around me? Hey, I'm a human being. An ordinary human being. Please don't expect me to be able to do everything perfectly.

I haven't cried for a relatively long time, guess I would in several hours or so.

I hope I won't hurt anyone anymore, but it's impossible

I don't know. I just hate myself for making you like this.

Monday, April 19, 2010

Iseng

Kakak : Aduh itu orang masak jorok banget ya. (nonton T**** TV)

Adek : Iya, mendingan juga bara deh. Eh kalo Silver Queen mulainya jam berapa?

Didengar sang kakak yang ingin membuka kulkas dan mencari barangkali ada Farah Quinn yang tersisa

*inspired by nguping jakarta

Monday, April 12, 2010

Random

Mau nulis tapi gatau mau nulis apa.

Tadinya mau ngepost lirik lagu tapi males ah gajadi ntar tambah heboh orang2.

Heran.

Yang idup siapa sih.

Oh sekalian konfirmasi deh.

Gosipnya gak bener kok.

And for my bestfriends,

Do you really think I wouldn't tell you if it really happens?

Oh puhlease.

Ah lagunya pas lagi.

Say it once, say it twice, say it anyway you like it.

Yaya terserah kalian, saya terlalu malas untuk menanggapi.

Just let me live my life happily, will you?

Monday, March 8, 2010

Saat harusnya belajar fisika....

Malah blogwalking dan menemukan ini: http://adityap.wordpress.com --> artikel ngambil dari sini. dan menurut saya yang menulis artikel tersebut memang sangat-sangat mewakili perasaan wanita mungkin, bahkan remaja labil seperti saya, isinya cukup kocak, dikait2kan dengan tokoh2 mulai dari ilmuwan, artis dan lain2, dan inginnya semua lelaki membaca ini, and i hope you too, you have to know i would like to say this to you too.

"Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah tokoh romantis yang dapat melukis seperti Jack Dawson dalam Titanic, maka itu kami tidak pernah minta kalian melukis wajah kami dengan indah, paling tidak saat kami minta kalian menggambar wajah kami , gambarlah, meskipun hasil akhirnya akan seperti Jayko adik perempuan Giant dalam film Doraemon, tapi kami tahu, kalian berusaha.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan peramal seperti Dedi Corbuzier yang dapat menebak isi pikiran kami atau apa yang kami inginkan saat kami hanya terdiam dan memasang wajah bosan, tapi saat itu kami hanya ingin tau, sesabar apakah kalian menghadapi kami jika kami sedang sangat menyebalkan seperti itu, kami tidak minta kalian mampu menebak keinginan kami, setidaknya bersabarlah pada kami dengan terus bertanya “jadi sekarang maunya gimana?”

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah penyair sekaliber Kahlil Gibran atau yang mampu menceritakan kisah romantis seperti Shakespeare, maka itu kami pun tidak meminta kalian mengirimi kami puisi cinta berisi kalimat angan-angan nan indah setiap hari atau setiap minggu, tapi setidaknya mengertilah bahwa setelah menonton film korea yang amat romantis itu, kami sangat berandai-andai kekasih kami dapat melakukan yang sama, meskipun isi puisi tersebut tidak sebagus kahlil Gibran, kami akan sangat senang –sungguh– jika kalian mengirimkannya dengan tulus dan niat. (bahkan meskipun ujungnya terdapat “hehe, aneh ya?”, kami akan benar-benar melayang, tuan)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah setampan Leonardo Dicaprio, tapi tolong mengertilah itu sama sekali bukan masalah bagi kami, saat kami memuja-muja pemuda seperti itu, itulah pujian dan pujaan, tapi hati kami sungguhnya telah terikat oleh kalian, tuan. Mungkin saat itu kami hanya ingin tau apa pendapat kalian jika kami jatuh cinta pada orang lain, semacam mengukur tingkat kecemburuan kalian.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah semenakjubkan John Nash atau sebrillian Isaac Newton, namun kami sebenarnya sangat menghargai bantuan kecil dari kalian meskipun hanya membantu mencarikan artikel dari internet, kami ingin menunjukkan pada kalian bahwa kalian lebih kami percayakan daripada Newton atau Galileo.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah segagah Achilles pada film Troy, maka itu kami tidak pernah minta kalian mengikuti program peng six-pack an tubuh atau kontes L-men. Namun dengan kalian berhenti dan tidak pernah merokok, kami sangat akan memilih kalian dari Achilles manapun. Menyuruh kalian berhenti merokok adalah untuk meyakinkan diri kami bahwa kalian lebih gagah dari Achilles (karena tentu kalian akan kalah beradu pedang dengan Achilles bukan?).

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan Pangeran denga kuda putih yang akan melawan naga demi kami, karena kami pun bukan putri tidurnya, dan maka dari itu kami tidak pernah minta kalian melawan preman pasar yang pernah menggoda kami waktu lalu, tapi setidaknya, mengertilah tanpa kami harus minta, saat hujan lebat datang dan dirumah sedang mati lampu dan ayah ibu belum datang, kami hanya dapat mengandalkan kalian, maka itu temani kami walau hanya dengan sms dan telepon, karena menurut kami, berbincang dengan kalian adalah melegakan, maka itu jangan tradeoff (tukar) keadaan seperti itu dengan Game PES 2010 terbaru kalian itu (sangat mengesalkan! )

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah bayi yang harus diingatkan hal ini dan itu setiap waktunya, tapi mengertilah bahwa kami sangat merisaukan anda, kenapa kami mengingatkan kalian makan atau sembahyang, itu karena tepat saat itu, kami baru saja hendak makan atau sembahyang, maka itu saat kalian bertanya kembali atau mengingatkan kembali, kami akan jawab “iya, bentar lagi nih”

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Romi Rafael yang pandai menyulap saputangan menjadi bunga, maka itu kami tidak pernah meminta hal hal semacam itu, namun mengertilah bahwa melihat bunga rose di pinggiran jalan itu menggoda hati kami, bahkan meski kami tidak suka bunga, pemberian kalian akan menjadi hal yang kami sukai, karena kami sebenarnya hanya sangat ingin menyimpan kalian saat itu, setelah malam kalian antar kami pulang, namun kami tahu kita harus berpisah saat itu.

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Mr. Bean yang dapat membuat kami tertawa terbahak saat sedang bosan, maka itu jangan coba-coba menjadi juru selamat untuk mencoba membuat kami tertawa saat itu, karena kami tau kalian tidak mampu sekocak Mr. Bean dan malah hanya akan memperkeruh suasana, yang kami inginkan saat itu hanyalah memastikan kalian ada disamping kami saat masa-masa sulit meski hanya dengan senyuman menenangkan.

Kami, para wanita juga tau kalian bukanlah pemuda seperti Edward Cullen yang akan segera datang dengan Volvo saat kami diganggu oleh preman jalanan, namun setidaknya, pastikan kami aman bersama kalian saat itu dengan tidak membawa kami pulang terlalu larut dan mengantarkan kami sampai depan pintu rumah dan bertemu ayah ibu, (jangan hanya sampai depan gang, hey, tuan!)

Kami, para wanita tau kalian tidak akan bisa seperti ibu kami yang dapat menghentikan tangisan kami, namun tolong mengerti, saat kami menangis dihadapanmu, kami bukan sedang ingin dihentikan tangisannya, justru kami sangat ingin kalian dihadapan kami menampung berapa banyak air mata yang kami punya, atau sekedar melihat apa reaksi kalian melihat kami yang –menurut kami- akan terlihat jelek saat menangis

Kami, para wanita tau juga sebenarnya, bahwa kalian tidak akan punya jawaban yang benar atas pertanyaan, “aku gendut ya?”, kami sungguh tau, tapi saat itu kami hanya ingin tau, apa pendapat kalian tentang kami yang pagi tadi baru bercermin dan sedang merasa tidak secantik Kristen Stewart.

Kami tau, kalian adalah makhluk bodoh yang tidak peka dan terlalu lugu untuk percaya pada setiap hal yang kami katakan, tapi mengertilah bahwa saat kalian bertanya “baik-baik aja?” dan kami jawab “iya, aku baik-baik aja” itu adalah bahasa kami untuk menyatakan keadaan kami yang sedang tidak baik namun kami masih menganggap kalian adalah malaikat penyelamat yang mampu mengatasi ketidak-baik- baikan kami saat itu tanpa kami beritau, (tentu mestinya kalian sadari jika kami memang benar sedang baik-baik saja kami akan menambahkan perkataan seperti “iya aku baik-baik aja, malah tadi aku di kampus ketemu dengan dosen yang itu lhoÂ….*bla.bla. bla”)

Iya, kami sepertinya tau apa yang kalian pikirkan tentang kami yang begitu merepotkan. Tapi begitulah kami, akan selalu merepotkan kalian, tuan. Hal ini bukan sesuatu yang kami banggakan, namun inilah bahasa kami untuk mempercayakan hati kami pada kalian, jika kalian bukanlah pemuda yang kami percayakan dan kami butuhkan, tentu saja yang kami repotkan dan persulitkan bukan kalian. Kami makhluk yang amat perasa dan gampang merasa “tidak enak”. Kami enggan merepotkan “orang lain”.

Jika kami merepotkan dan menyusahkan, berarti kami menganggap anda bukanlah orang lain, tuan.

Kami tidak senang bermain-main, tuan pemuda. Maka tolong jaga hati yang kami percayakan ini. Kami mungkin mudah berbesar hati atau “geer”, tapi sekali kami menaruh hati kami pada satu pemuda, butuh waktu yang lebih lama dari menemukan lampu bohlam untuk menghilangkannya (bukan melupakan).

Kami akan sulit menerima hati baru setelah itu, karena kami harus membiasakan diri lagi. Padahal kami sudah terbiasa dengan anda, terbiasa melakukan semuanya dengan anda. Maka tolong, mengertilah tuan. Karena kami, wanita sungguh sangat tau sebenarnya kalian, pemuda, dapat mengatasi semua tingkah kami yang merepotkan ini."

Dari blog Putri: http://reiiputt.blogspot.com/